SAHABAT PEMBACA! =)

Thursday, December 30, 2010

TITIPAN TAHUN BARU 2011


Esok satu dunia bakal menghadapi tahun baru, tahun 2011. Hari ini hari terakhir untuk tahun 2010. Ramai juga di kalangan manusia serata alam berazam memanfaatkan hari terakhir 2010 ini dengan pelbagai agenda dan acara.

Senario yang dijangkakan bakal berlaku hari ini ialah perhimpunan anak2 muda dan anak2 tua di beberapa lokasi utama di bandar2 dan kota2 setiap negeri. "Count Down" adalah agenda utama seperti kebiasaan apabila tahun baru. Kemudian, sering kali agenda seterusnya ialah mencari hiburan. Ketika ini, artis2 kita laku menjadi jemputan di lokasi2 tertentu.

Sebenarnya, berhimpun dan berhibur di tahun baru ini tiadalah salah. Semangat tahun baru katakan. Seperti juga kita nak menontong wayang. Menonton wayang di pawagam itu tidak salah sama sekali. Namun, kedua2 hal ini dipandang serong, dilihat senget, dan digambarkan sebagai satu kesalahan kerana CARA kita meraikannya. Minta maaflah jika saya katakan pada hari kebesaran seperti ini kemaksiatan itu lebih tampak kelihatan daripada kebaikan hasil daripada mengadakan perhimpunan seperti ini. Saya tak payah cakap pun anda sudah tahu.



Andai beginilah gayanya, bagaimana agaknya Rahmat Allah itu nak sampai pada kita padahal kita sering berhajat, berdoa dan memohon agar dikurniakan tahun yang lebik baik dari tahun2 lepas. Takut....takut akhirnya bukan Rahmat yang kita dapat, tapi sebaliknya KEMURKAAN dariNYA.

Berkongsi sedikit dari pengajaran kisah Hijrah umat Islam ke Madinah. Antara satu sebab ALLAH perintahkan umat Islam berhijrah ialah untuk menyelamatkan aqidah mereka. Suasana kota Makkah ketika itu yang penuh kemaksiatan dan kemungkaran tidak mungkin memberikan suasana yang lebih baik untuk umat Islam yang baru memeluk Islam. Dan sesungguhnya, kejahatan dan kemaksiatan itu TIDAK BOLEH bercampur dengan KEBAIKAN. Ibarat cahaya tidak boleh bercampur dengan kegelapan, begitulah juga kebaikan tidak boleh bercampur dengan kemungkaran.

Ayuh, marilah kita pastikan sambutan tahun baru 2011 kali ini walau di manapun anda berada, sambutlah dengan rasa kesyukuran tanpa perlu mengundang kemurkaan Tuhan. Maka dengan itu, saya ingin mendedikasikan entri kali ini buat abang saya dan sahabat2 HAWARIAN juga semua pihak yang menjayakan MALAM GEMILANG NASYID SARAWAK 2010. Semoga usaha untuk menukar kiblat sambutan tahun baru di kalangan anak2 muda dan anak2 tua ini diteruskan untuk masa akan datang.


Selamat Tahun Baru 2011 ^__^

Tuesday, December 28, 2010

IA SEEKOR PIPIT

Seekor pipit terbang merentasi benua, melalui pelusuk dunia. Terbang ia ke timur, terbang jua ia ke barat. Timur dan barat itu terhidang dalam kehidupannya. Hanya dia yang mampu memilih arah tujunya.

Seekor pipit pabila ke barat, ia mudah berasa nikmat. Ia memenuhi kehendak nafsu baik dan nafsu buruknya jua. Baik dan buruk itu bercampur seperti minum 'shake' kesukaan manusia serata alam. Namun, di hujung hati si pipit ini, ada gundah dan resah. Suatu ketika melayan kelekaannya, dia tersedar keburukan itu tidak boleh bercampur dengan kebaikan. Lalu si pipit memikirkan pasti Pencipta dirinya yang kecil itu murka dan suatu ketika pembalasan pasti tiba. Ia mulai takut dan hatinya mulai remuk.

Lalu si pipit terbang ke timur kerana ia masih menyayangi imannya. Dalam perjalanan ke timur itu, berkata ia dalam hatinya. "Mengapa aku harus berasa jemu dengan hidayah? Mengapa jemu untuk berterusan menjadi baik? Bukankah Tuhanku sukakan kebaikan?". Lalu si pipit tiba di pintu gerbang di suatu singgahsana di timur itu. Lalu bertenggeklah ia bersama dan berhimpun dengan burung-burung yang lain.

Si pipit dan burung-burung lain ini hanya sekali sekala sahaja berjumpa. Dan di setiap perjumpaan itu ia merendah diri terasa memang sangat kecil walaupun sememangnya dirinya itu memang sudah sedia kecil. Jauh di sudut hatinya kecemburuan pada ketaatan dan kesolehan burung-burung lain pada Pencipta membuak2, sehingga ia merasakan ia tiada layak berada di situ. Namun, perhimpunan itu melimpah-limpah rahmat dan barokah Allah Yang Maha Esa. Si burung pipit merelakan dirinya, menghambakan dirinya, memberi jiwa dan jasadnya untuk mendengar mutiara2 indah yang diperolehinya dari singgahsana itu menyejukkan hatinya.



Seekor pipit kemudian terbang kembali ke barat, menjalani hakikat dunianya di sana. Namun kembalinya kali ini membawa hati yang sudah diberi ubat dan penawar. Hatinya dibalut dengan kasih sayang Pencipta. Kembalinya si pipit penuh azam, agar di dunia baratnya itu, ia mampu menahan dirinya dari terus kelekaan. Ia terbang bersama air mata bercucuran, merasa begitu berdosa. Ia tidak mahu lagi jadi seekor pipit yang derhaka.

Seekor pipit sudah tiba ke barat. Berfikir lagi si pipit ini "Layakkah aku mengungkap cinta pada Allah, menguntum kasih pada Rasulullah S.A.W.? Adakah Allah nampak aku yang kecil ini padahal burung-burung lebih lama dan lebih banyak mentaatiNya berbanding diriku?". Lamunan si pipit terhenti. Terbang si pipit menjenguk ke bawah, ke daratan yang mengandungi manusia. Si pipit tiba2 mengulum senyum. Ia sudah mendapat jawapan.

Si pipit berkata: "Wahai manusia, kita sama...sama2 makhluk Tuhan yang ingin redhaNya. Ayuh! Dengan daya dan usaha masing2, ikhlaskan hati kerana taqwa itu nilaian hanya dari Allah, Pencipta alam semesta dan segala isinya. "

Sunday, December 26, 2010

TA'ARUF DENGAN SYAITAN


Jenis Iblis yang menjerumuskan manusia ke dalam jurang kesesatan itu banyak sekali.
Bahkan ada ulama yang berpendapat bahwa dalam menyesatkan manusia Iblis itu mem­punyai spesifikasi keahlian tersendiri sesuai dengan bidangnya. Yang ahli menggoda orang shalat tugasnya hanya menggoda orang shalat, yang ahli mengkufurkan orang yang beriman tugasnya hanya mengkufurkan dengan berbagai tipu daya dan propaganda yang menyesatkan, begitu seterusnya.


Mengenai hal ini ada keterangan yang bersumber dari Umar bin Khatab ra Bahwa Keturunan Iblis yang mempunyai tugas menggoda dan menjerumuskan manusia (ke lembah kesesatan) itu ada sembilan, yaitu:
Iblis Zailatun (زَيْلَة ٌ )
Iblis ini bertugas untuk menjerumuskan para pedagang di pasar agar berdusta, mau me­ngurangi timbangan, membuat onar diantara para pedagang, dan melakukan bujuk rayu kepada para pedagang agar melakukan pe­nyimpangan dan kecurangan dalam aqad jual beli, dengan diiming-imingi agar cepat kaya.

Ajakan Iblis diatas itu jelas bertentangan dengan syari'ah, merusak ekonomi umat, menanamkan mental binatang yang segala cara dalam meraih kesuksesan, serta me­numbuhkan jiwa egoistisme dan material­isme yang membabi-buta. Kalau ini sudah ditanamkan oleh Iblis, maka dengan sendiri­nya orang itu akan senang-berenang dalam lumpur kemaksiatan dan kedurhakaan.

Karena itu, ada ancaman berat bagi siapa saja yang mengikuti ajakan Iblis Zailatun untuk melakukan kecurangan dalam jual beli.

Ada keterangan yang bersumber dari Abu Dzar ra., ia berkata: Rasulullah saw pemah bersabda:

ثَلاَثَةُلاَيَنْظُرُاللهُ اِلَيْهِِِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِوَلاَ يُزكِّيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْم

Ada tiga orang dimana Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat (tidak memberikan rahmat), tidak membersihkan dosa mereka, dan mereka (juga) akan mendapat siksaan yang amat pedih. Abu Dzar ra berkata : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengatakan (hal tersebut) sampai tiga kali "Aku berkata: Mereka akan menyesal dan merugi, siapa mereka itu Ya Rasulullah?. Lalu beliau bersabda: a). Orang yang menurunkan kain­nya (hingga menutupi kedua mata kakinya) b). Orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya. c). Dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu. (HR. Muslim)

Larangan untuk melakukan kecurangan dalam jual beli juga disebutkan dalam Al­-Qur'an

"Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka mengurangi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan." (QS. Al-Muthaffifiin :1-6)

Itulah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Zailatun, yang melaku­kan kecurangan dalam berdagang.

Cara Iblis Zailatun menjerumuskan para pedagang adalah dengan menakut-nakuti kebangkrutan jika berbuat jujur dalam berdagang, dan mengiming-imingi akan cepat kaya, cepat berhasil dan sukses jika mau berbuat curang dalam berdagang. jika orang yang berdagang itu lemah imannya, ambi­sius dan materialistis tentu ia akan mudah terjebak dalam bujuk rayu Iblis Zailatun. Akhimya ia akan menjadi pengikut setia Iblius Zailatun.




Iblis Wawatsin
Iblis Wawatsin dalah Iblis yang bertugas menggoda dan menjerumuskan orang yang beriman agar selalu menggerutu, tidak sabar dan tidak ikhlas setiap kali menerima musi­bah, atau cobaan dari Allah Ta'ala.

"Sesungguhnya wanita-wanita yang merintih (lantaran menerima musibah) ini akan dijadikan kelak di hari kiamat dua barisan dalam neraka jahannam, satu barisan berada disebelah kanan penduduk neraka dan satu barisan lagi berada disebelah kiri, akhirnya mereka menggonggong kepada penduduk ahli neraka, sebagai­mana layaknya anjing-anjing yang menggonggong." (HR. Ath-Thabrani).

Padahal orang yang meratapi musibah dengan menggerutu sampai merobek-robek pakaiannya adalah dosa. Tmdakan seperti ini merupakan cermin dari ketidak-ikhlasan atas takdir Allah, sepertinya ia menyalahkan Allah, yang menghilangkan kesenangan dirinya, padahal semua apa yang ada di alam ini telah ditentukan oleh Allah masanya atau kehancurannya. Oleh karena itu, sya­ri'ah memerintahkan untuk bersabar dan ikhlas setiap kali menerima cobaan dan mu­sibah dari Allah Ta'ala, sebab setiap musibah itu ada hikmah yang terkandung didalam­nya. Allah mengancam akan menyiksa terhadap orang yang tidak bersabar dalam menerima musibah. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang lain disebutkan, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

"Tidak termasuk umat kami yang sempurna orang yang menampari pipinya sendiri (ketika menerima musibah), merobek-robek leher bajunya sendiri dan meratapi mayat, sebagaimana kebiasaan orang-orang jahiliyah". (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah diantara ancaman siksa bagi orang yang mengikuti Iblis Wawatsin. Se­hingga ia selalu mengerutu setiap kali menerima musibah. Iblis ini dalam menjerumus­kan orang yang beriman ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran adalah dengan menanamkan rasa ketidak-puasan terhadap takdir Allah, mempengaruhi jiwanya agar memberontak ketika menerima musibah, membakar emosinya dan menghilangkan sifat sabarnya.

Jika seseorang sudah tidak mampu mengendalikan emosinya, maka Iblis dengan mudah menjerumuskan dinnya ke dalam perbuatan munkar. Hanya keima­nan dan ketakwaan yang kuat serta kesa­baran yang tinggi yang dapat menangkal­nya dari gangguan dan bujuk rayu Iblis Wawatsin.

Iblis Akwan
lblis ini bertugas menyesatkan dan mem­pengaruhi para remaja dan pimpinan umat supaya selalu berbuat dzalim, menjauhi hal-­hal yang ma'ruf, menanamkan kesenangan berbuat munkar dan maksiat.

Cara yang digunakan oleh Iblis Akwan da­lam menjerumuskan remaja yang beriman ke dalam lembah kemaksiatan adalah bermacam-macam. Perbuatan yang jelas mun­karnya itu dikemas dengan baik sehingga tidak terkesan sebagai perbuatan maksiat, hal ini dilakukan-oleh Iblis Akwan untuk menarik simpati dari remaja beriman agar mau melakukannya. Termasuk memper­halus istilah-istilah yang berbau maksiat dan munkar, ini dilakukan untuk menghilang­kan kesan maksiat, dengan demikian remaja akan mudah dibujuk dan dirayu untuk di­jebloskan ke dalam dunia sesat yang jauh dari tuntunan agama.

Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

"... tetapi setan (Iblis) menjadikan umat-umat itu memandang baik perbutan meeka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih. (QS. An-Nahl 16:63)

Dalam menyesatkan para pemimpm umat, Iblis Akwan selalu mendorong para pemim­pin itu untuk berbuat dzalim, merampas hak rakyat, bertindak sewenang-wenang, korupsi, manipulasi, serta Iblis Akwan juga mena­namkan rasa ketakutan dihati para pemimpin akan kemiskinan jika mereka tidak mau berbuat dzalim, curang dalam bertindak, mumpung masih berkuasa agar kekuasaan­nya itu digunakan sebaik mungkin untuk berbuat munkar dan maksiat, baik teihadap rakyatnya maupun terhadap Allah. Kalau ini sudah berhasil, maka Iblis Akwan akan lebih mudah lagi menenggelamkan mereka ke­dalam lumpur kemaksiatan, akhimya jadilah mereka pemimpin yang durhaka.

Untuk para pemimpin yang berbuat dzalim seperti diatas itu, Allah mengancam akan menyiksanya dengan siksaan yang amat pe­dih. Sebagaimana disebutkan dalam Firman­Nya:

"Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih". (QS. Asy-Syuura 42:42)

Itulah diantara ancaman siksa bagi siapa yang berbuat dzalim di muka bumi ini dan mengikuti jejak Iblis Akwan.



Iblis Hafaf
Iblis ini bertugas menyesatkan dan menje­rumuskan kaum muslimin ke lembah nista yang berlumur dosa dengan cara melakukan tipu daya dan bujukan agar kaum muslimin melanggengkan minum khamer. Sebab jika seseorang sudah minum khamer dan mabuk, maka segala bentuk kemung­karan yang lain dengan mudah ia laksana­kan. Seperti berzina, membunuh, berbuat aniaya, mencuri dan segala kemungkaran yang lain. Karena tingkah laku orang yang sedang mabuk itu tidak dapat dikendalikan oleh otaknya, jiwanya dan perasaannya sudah dikuasai oleh Iblis. Untuk itu, ia mudah dibimbing oleh Iblis guna dijeblos­kan ke dalam kemaksiatan dan kekufuran. Banyak sekali orang yang tadinya tidak berani membunuh, merampok dan berzina, akan tetapi setelah ia menenggak khamer dan mabuk, maka segala bentuk kemak­siatan di atas itu dapat dilakukannya dengan mudah, sepertinya tidak ada beban baginya.

Agar tidak mudah tertipu oleh bujuk rayu Iblis Hafaf, Allah telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak meminum kha­mer, karena khamer adalah identik dengan setan. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (memi­num) khamer, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-­perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan." (QS. Al-Maidah 5:90)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda:

"Jauhilah khamer, sesungguhnya khamer itu adalah sumber segala kejahatan (kemaksiatan).
Didalam hadits lain yang bersumber dari Anas ra, dikatakan sebagai berikut:
Rasulullah sShallallahu 'Alaihi wa Sallam melaknati sepuluh orang karena khamer, yaitu
1. Orangyang memeras bahan khamer.
2. Orang yang minta diperaskan bahan khamer untuk diminumkan kepada orang lain.
3. Orang yang minum khamer
4. Orang yang membawa khamer
5. Orang yang dituju untuk dibawakan khamer kepadanya.
6. Orang yang menuangkan khamer ke gelas atau lainnya.
7, Orang yang menjual khamer.
8. Orang yang memakan harta hasil penjualan khamer.
9. Orang yang membeli khamer.
10. Orang yang dibelikan khamer.
(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Demikianlah ancaman bags orang yang me­ngikuti Iblis Hafaf, yang mau menenggak khamer dan benda yang memabukkan lain­nya.

Iblis Wamurah
Iblis Wamurah ini bertugas menjerumus­kan para penyanyi agar mendendangkan lagu yang penuh maksiat, mengajak berbuat munkar, serta lagu-lagu yang bersyair ke­bebasan tanpa etika. Juga menjerumuskan para penyanyi agar berpenampilan seronok, yang dapat mengundang luapan nafsu dan maksiat. Dengan demikian orang akan mudah digiring untuk dijebloskan dalam dunia munkar dan maksiat. Nyanyian dan biduanitanya itu termasuk salah satu alat Iblis yang paling ampuh untuk menjerumuskan orang ke dalam jurang kesesatan yang penuh dengan lumuran dosa. Banyak sudah orang yang melakukan kemaksiatan karena terpengaruh oleh syair lagu-lagu maksiat, atau dikarenakan men­contoh tingkah laku artis yang diidolakan yang senang berbuat munkar, bergaul bebas dan akhlaknya yang buruk.

Oleh karena itu, untuk menangkal bujuk rayu dan propaganda yang menyesatkan yang ditiupkan oleh Iblis Wamurah adalah dengan menanamkan aqidah yang kuat dan akhlak yang mulia. Sebab dengan ber­pegang teguh pada kedua faktor diatas Insya Allah diri akan selamat dari godaan Iblis Yang jahat ini.



Iblis Laqwas
Iblis Laqwas adalah Iblis yang bertugas mempengaruhi manusia agar tetap kafir, tetap musyrik dan tetap menyembah ber­hala atau sesembahan lainnya selain Allah. Sudah banyak orang yang disesatkan oleh Iblis Laqwas, terkadang ia mengganti ben­tuknya seperti seorang syekh lalu memberi­kan pelajaran atau tuntunan yang meng­arah kepada kemusyrikan dan pemurtadan dengan berbagai dalih serta promosi yang mengikat, sehingga banyak orang yang le­mah imannya keluar dari jalur Islam karena mengikuti saran Iblis Laqwas, hanya demi mendapatkan sesuap nasi, jabatan, kedu­dukan, pekerjaan, fasilitas, bahkan ada yang rela melepaskan keimanannya demi sang kekasih.

Orang yang menyembah selain Allah, berarti dirinya menjadikan Iblis sebagai pelindung­nya, yang harus diikuti tingkah lakunya. Mereka tidak sadar kalau dirinya telah di­sesatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan ke dalam jurang kekufuran. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:

'Sesungguhnya mereka menjadikan seran-setan pelin­dung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.' (QS. Al-A'raf 7:30)

Di dalam ayat yang lain Allah Ta'ala telah memperingatkan kepada umat manusia agar tidak mudah ditipu oleh setan maupun Iblis, sebab makhluk jahat ini dalam menyesatkan dan mengkufurkan manusia menggunakan bujuk rayu dan tipu muslihat yang sangat memikat, maka tidak heran bila banyak orang yang lemah imannya menjadi korban tipu muslihatnya.

Mengenai hal ini Allah Ta'ala berfirman:

"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapakmu dari surga. (QS. Al-A'raf 7:27)

Meskipun ada peringatan ayat diatas, masih banyak saja orang yang mengikuti Iblis Laqwas melakukan kekufuran dan kemusyrikan. Mereka mengira bahwa apa yang mereka perbuat itu merupakan jalan yang benar dan dapat memberi petunjuk kepada mereka, padahal jalan yang mereka tempuh itu sesat dan dapat mendatangkan siksa Allah. Itulah gambaran orang yang telah dijerumuskan oleh Iblis Laqwas ke­dalam kesesatan.



Iblis A'war
Iblis ini bertugas untuk mempengaruhi dan menggoda laki-laki dan wanita untuk melakukan perbuatan zina, atau melakukan perbuatan maksiat lainnya.

Iblis A'war menggunakan "Pandangan Mata" sebagai cara yang paling ampuh untuk mem­bakar nafsu kaum lelaki dan wanita untuk berbuat maksiat.

Mujahid berkata : Ketika wanita itu meng­hadap, maka Iblis duduk di kepalanya untuk menghiasi Wajah wanita tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya, dan jika wanita itu berpaling ke belakang, maka Iblis duduk di pantatnya untuk meng­hiasi pantat tersebut agar tampak menarik bagi orang yang melihatnya.

Apa yang dikatakan oleh Mujahid diatas itu memang benar, sebab umumnya lelaki bila melihat wanita ketika berhadapan, maka yang pertama kali diperhatikan adalah wajahnya, sedangkan ketika melihat wanita yang berjalan didepannya, maka yang pertama kali diperhatikan adalah pantatnya, karena itu memang tempatnya Iblis.

Nabi Yahya as pernah ditanya: "Apa yang menjadi penyebab perzinaan?". Nabi Yahya as menjawab: "Yang menjadi penyebabnya adalah memandang wanita, lalu timbul dalam hati keinginan untuk berzina dengan­nya. Zina mata itu termasuk dosa kecil, dan hal ini dapat mendekat­kan pada perbuatan dosa besar, yaitu zina farji. Oleh karena itu, barangsiapa yang tidak mampu menundukkan pandangannya, maka niscaya ia tidak akan mampu menjaga farjinya". Demikian jawaban Nabi Yahya as ­terhadap penanya tadi.

Nabi Isa as pernah berkata: 'Takutlah kamu memandang (wanita), karena sesungguh­nya memandang itu dapat menumbuhkan syahwat didalam hati, dan ini sudah cukup mendatangkan fitnah".

Berkatalah Sa'ad bin Jubair ra: "Sesungguh­nya fitnah yang menimpa Nabi Daud as adalah dari memandang (wanita)".

Dan masih banyak orang laki-laki maupun wanita yang berbuat zina yang diawali dari kebiasaan memandang lawan jenisnya yang bukan muhrimnya. Karena memandang merupakan panah Iblis yang sangat ampuh untuk menjerumuskan laki-laki dan wanita ke dalam perbuatan nista yang penuh dengan dosa. Sekarang tidak sedikit orang yang men­jadi budak Iblis A'war karena ingin melampiaskan nafsunya. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari godaan lblis ini.

Iblis ini tugasnya mengencingi orang supaya malas bangun untuk beribadah. Jika orang sudah malas bangun malam untuk beribadah berarti dirinya mementingkan tidur­nya, tidak memikirkan tentang kehidupan­nya nanti di akhirat, tidak mau bermunajat kepada Allah berarti ada hal yang lebih pen­ting selain bermunajat, apakah itu tidur atau kegiatan-kegiatan lain yang berbau duniawi­yah. Kalau hal ini sudah menjadi kebiasaan seorang hamba, maka akan mempermudah Iblis menjauhkan dia dari kegiatan agama, lama kelamaan dirinya akan bisa meninggalkan aktivitas ibadah. Kalau sudah begini, Iblis tinggal menggiring dia untuk dijeru­muskan ke dalam jurang kemaksiatan dan kekufuran.

Iblis Al-Wasnan
Banyak orang terjerumus menjadi ahli mak­siat, bahkan dirinya sampai rela menanggal­kan aqidahnya yang disebabkan oleh malas beribadah.

Malas beribadah itu menunjuk­kan lemah keimanannya, bahkan keimanan­nya bisa sebagai lipstik belaka, sebagai pe­manis bibir saja, buktinya ia mengaku ber­iman tetapi tidak mau beribadah, bahkan perintah agama ia tentang, larangannya ia terjang. Orang-orang seperti inilah yang setia menjadi pengikut Iblis Al-Wasnan, yang malas beribadah tetapi senang bermaksiat. Al-Qur'an telah memperingatkan kaum muslimin agar tidak mengikuti langkah-­langkah Iblis, sebab Iblis itu menyesatkan, menyauhkan orang agar tidak beribadah ke­pada Allah Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-An'am 142:

"Dan janganlah kamu mmglkuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al An'am 6:142)"

Dengan demikian, bila ada orang malas ber­ibadah, senang berbuat munkar, maka dia telah menjadi teman Iblis.

Iblis Dasim
Iblis yang satu ini~bertugas untuk mempe­ngaruhi, menggoda dan mendorong suami istri untuk melakukan penyelewengan. Dengan terjadinya penyelewengan, maka sudah barang tentu rumah tangganya akan menjadi berantakan, tidak harmonis, jauh dari kebahagiaan yang pada akhimya nanti akan terjadi perceraian. Inilah yang diingin­kan oleh Iblis Dasim.

Dengan terjadinya perceraian, maka orang akan mudah untuk digiring berbuat munkar dan maksiat, meskipun tidak sedikit orang yang tidak menikah juga tenggelam dalam dunia maksiat. Setidak-tidaknya orang yang sudah bercerai itu dapat dimanfaatkan oleh Iblis untuk dijerumuskan dalam perbuatan nista, seperti zina dan perbuatan munkar lainnya, karena ia sudah tidak mempunyai tempat untuk menyalurkan kebutuhan bio­logisnya secara halal. Karena diantara tujuan pernikahan adalah untuk menundukkan pandangan mata, menyalurkan kebutuhan biologis secara halal, untuk memperoleh keturunan, disamping menjalankan Sun­nah Rasulullah saw. Dan masih banyak lagi bahaya atau madlarat yang disebabkan tidak menikah, dan keadaan inilah yang dimanfaat­kan oleh Iblis Dasim untuk menjerumus­kan kaum muslimin ke lembah nista yang penuh dengan dosa.

Oleh karena itu, Iblis sangat membenci ter­hadap keluarga yang rukun, damai dan sejahtera. Sebab kondisi keluarga seperti ini akan mendapat limpahan rahmat dan ber­kah dari Allah Ta'ala.

Itulah nama-nama Iblis yang dikatakan oleh Umar bin Khathab yang bertugas menye­satkan manusia untuk dijerumuskan ke dalam kefasikan, kemaksiatan, kemusyrikan dan keku­furan, yang nanti menjadi temannya di dalam neraka. Semoga Allah menjauhkan dan menyela­matkan kita dari segala tipu daya Iblis ini.



sumber: http://www.akhirzaman.info

Thursday, December 23, 2010

NILAI AIR MATAMU

Berapa nilai air matamu? Sejenak saya terfikir bilakah kali terakhir saya mengalirkan air mata. Sempena bulan Muharram 1432H ini, semangat dan azam tahun baru haruslah dikekalkan momentumnya. Ingin berhijrah, maknanya ingin berubah. Berubah dari yang tidak baik kepada yang baik. Berhijrah dari yang baik kepada yang lebih baik. Dan sungguh! Proses melaluinya pasti melalui saat2 sakit dan ujian yang cuba mencantas kekuatan hati.

Menangis tidak pernah sekali2 bermakna dayus atau lemah di mata Tuhan. Berhijrah dari kehidupan yang dilumur dosa dan ingin kepada kehidupan yang disinari redha Tuhan pasti membuatkan air mata penyesalan itu mengalir....seikhlas hati.

Air mata...berapa nilai air matamu?? Kitalah yang mampu memilih nilai air mata kita. Sedikit ingin saya kongsikan dari laman ::AS-SHIFA:: buat hidangan muhasabah di malam Jumaat ini.


Jenis-jenis air mata

Mengikut
Ibnu Qayyim, terdapat 10 jenis tangisan..

1) Menangis kerana kasih sayang dan kelembutan hati
2) Menangis kerana rasa takut
3) Menangis kerana cinta
4) Menangis kerana gembira
5) Menangis kerana menghadapi penderitaan
6) Menangis kerana terlalu rasa sedih
7) Menangis kerana rasa hina dan lemah
8) Menangis untuk mendapat belas kasihan orang
9) Menangis kerana mengikut orang lain menangis
10) Menangis orang munafik > pura-pura menangis

" ... dan bahasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis"

(An-Najm : 43)


Jadi, Allah lah yang mencipta ketawa dan menangis serta mencipta sebab tercetusnya.
Banyak air mata telah mengalir di dunia ini. Sumbernya dari mata mengalir ke pipi terus jatuh ke bumi.Mata itu kecil namun tidak pernah kering walaupun ia berlaku setiap hari tanpa putus-putus.
Ia seperti sungai yang mengalir ke sungai tanpa henti-henti. Rasanya kalaulah air mata itu ditampung banjirlah dunia ini.

Tangis tercela atau terpuji?

Ada tangisan yang yang sangat cela umpamanya meratapi mayat dengan meraung dan memukul-mukul dada atau merobek- robek pakaian.
Ada pula tangisan yang sangat-sangat dipuji dan dituntut iaitu tangisan kerana menginsafi dosa-dosa yang silam atau tangis kerana takut akan azab dan siksa Allah.

Tangisan dapat memadamkan api Neraka

Rasulullah saw bersabda : " Tidaklah mata seseorang menitiskan air mata kecuali Allah akan mengharamkan tubuhnya daripada api neraka . Dan apabila air matanya mengalir ke pipi maka wajahnya tidak akan dikotori oleh debu kehinaan , apabila seorang daripada suatu kaum itu menangis maka kaum itu akan dirahmati.Tidaklah ada sesuatupun yang tak mempunyai kadar dan balasan kecuali air mata. Sesungguhnya air mata dapat memadamkan lautan api neraka.

Air mata taubat Nabi Adam a.s

Beliau menangis selama 300 tahun tanpa mendongak ke langit kerana tersangat takut dan rasa hibanya terhadap dosa yang telah dilakukan olehnya. Baginda bersujud di atas gunung dan air matanya mengalir ke jurang Serandip. Dari air matanya itulah Allah telah menumbuhkan pohon kayu manis dan pohon bunga cengkih.Beberapa ekor burung telah meminum air mata Nabi Adam a.s lalu berkata "Manis sungguh air ini ". Nabi Adam a.s terdengar lalu menyangka burung itu mempersendakannya lalu baginda memperhebatkan tangisannya. Lalu Allah mendengar dan menerima taubat Nabi Adam. Allah mewahyukan, " Hai Adam, sesungguhnya Aku belum pernah menciptakan air yang lebih lazat daripada air mata taubatmu".

Air mata yang tidak dituntut

Janganlah kita sesekali menangis jika tak tercapai cita-cita.Bukankah Allah telah menentukan semuanya?
Janganlah menangis kerana menonton filem sedih atau sebagainya.Semua itu hanyalah lakonan.
Janganlah juga menangis kerana cinta tak terbalas.Mungkin dia bukan jodoh yang telah Allah tentukan untuk kita.
Janganlah menangis jika gagal dalam peperiksaan munkin kita kurang membuat persediaan ataupun perkata tersebut merupakan perkara yang terbaik yang telah Allah tentukan untuk kita.
Jangan juga menangis jika wang kita hilang di jalanan kerana mungkin kita jarang melakukan amalan bersedekah.
Janganlah juga menangis jika tidak dinaikkan pangkat atau sebagainya .Kita sepatutnya harus yakin bahawasanya rezeki itu pemberian Allah.


Oleh itu,
simpanlah air mata kita semua buat bekalan untuk menginsafi segala kecuaian yang telah melanda diri, segala dosa yang berupa bintik-bintik hitam yang telah mengkelamkan hati kita hingga sukar untuk menerima hidayah daripada Allah S.W.T.
Menangislah agar air mata itu membasahi dan mencuci hati agar ia putih kembali dan juga semoga ia dapat melebur dosa2.

Moga2 kita juga akan mendapat keampunanNya.

Nabi Muhammad s.a.w juga pernah bersabda :

" Ada dua jenis mata yang tak akan disentuh api neraka, iaitu mata yang menangis di waktu malam kerana takut akan Allah S.W.T dan mata yang menjaga pasukan fi sabilillah di waktu malam.

" Di antara 7 golongan yang akan mendapat naungan Allah pada Hari Kiamat, seseorang yang berzikir sendirian lalu mengenang tentang kebesaran Allah S.W.T lalu bercucuran air matanya.

" Jika tubuh seseorang hamba gementar keran takut kepada Allah, maka akan berguguranlah dosa-dosanya bak gugurnya dedaunan dari pepohonan kering.


Salman Al-Faarisi r.a berkata:

Aku dibuat menangis atas 3 perkara iaitu:

1) Menangis kerana berpisah dengan Rasulullah s.a.w dan para sahabat

2) Ketakutan seorang yang perkasa tatkala melihat malaikat Israil datang mencabut nyawanya.

3) Aku tidak tahu sama ada aku akan diperintahkan untuk ke Syurga atau Neraka.



Air mata tanda rahmat Allah

Rasulullah s.a.w bersabda: " Jagalah mayat ketika kematiannya dan perhatikanlah 3 perkara,

1) Apabila dahinya berpeluh

2) Air matanya berlinang

3) Hidungnya keluar cecair seperti hingus kerana hal- hal tersebut menandakan rahmat Allah untuk si mati.
Kesimpulannya, sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara

- Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan

- Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu

- Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu

- Dosa- dosa yang silam disulami dengan taubat kepada Dzat yang memilikimu.

Itulah sedikit sebanyak maklumat mengenai air mata kita.
Betul ea....Kadang-kadang terfikir juga kelakar betul jika mata kita bengkak kerana menangis disebabkab plot cerita yang sedih..hero atau heroin mati , menangis kerana peserta kesayangan kita terkeluar daripada rancangan realiti seperti Akademi Fantasia atau sebagainya....hehe :)
Jadi, marilah kita bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah dan supaya air mata kita yang menitis adalah air mata yang dituntut.Aminn...

Wednesday, December 15, 2010

MEMAKNAI PUASA HARI ASYURA

-BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM-

Malam 10 Muharram yang membahagiakan. Kerinduan pada limpahan mutiara itu berlabuh di Masjid Taman TAR, Ampang setelah tertahan berbulan-bulan. "Aiwahhhhhhhhh" - perkataan Arab ini menerbit senyum di bibir saya setiap kali dilafazkan Tuan Guru Sheikh Fuad. Pengisian yang ditunggu2 ialah mengenai Hari Asyura. Maka, saya titipkan di laman ini kisah2 Hari Asyura yang telah disebut2kan oleh Tuan Guru sebagai tanda kita meraikan Hari Asyura.

Daripada Sheikh Abdul Qadir Jailani : Hari Asyura ialah hari kegembiraan dan kesyukuran kerana pada hari ini Allah telah menyelamatkan kekasihnya Nabi Musa a.s dan menenggelamkan tentera Firaun.

Rasulullah s.a.w. apabila sampai ke Madinah, Baginda mendapati orang2 Yahudi berpuasa pada satu hari 10 Muharram. Apabila ditanya Nabi, hari apakah kamu berpuasa hari ini? Mereka menjawab, hari ini ialah hari mulia & hari agung. Di sinilah timbulnya persoalan bila sebenarnya mahu dimulakan puasa Hari Asyura.

Maka sabda Rasulullah saw : "Puasa Hari Asyura menghapus dosa setahun yg sebelumnya" Shahih Muslim hadits no.1162). Dalam madzhab Syafii (madzhab kita), berpuasa adalah pada 9 & 10 Muharram, kerana Imam Syafii berfatwa terdapat hadits Rasulullah s.a.w : "Jika aku menjumpai tahun yg akan datang aku akan berpuasa 9 dan 10 muharram". Namun beliau wafat dan tidak sempat melaksanakan puasa 9 - 10, namun Imam syafii berfatwa bahwa puasa 9-10 jauh lebih berhak dilakukan, demi tidak menyamai Yahudi yg berpuasa hanya pada 10 Muharram saja, kerana Rasulullah s.a.w mengajarkan untuk tidak menyamakan diri dengan Yahudi dan Nasrani.

Sebagai umat Muhammad, kita mesti gembira dengan apa yan terjadi dengan para kekasih ALLAH. Namun di hari ini, kebanyakkan manusia merasakan mengapa perlu meraikan Hari Asyura padahal kami umat Muhammad, bukan umat Musa. Maka, kalau kita tidak gembira dengan Nabi Musa, mana mungkin kita nak merasakan ada hubungan dengannya. Jadi, hadirnya kita di malam ini tanda kita ada hubungan dengan Nabi Musa. Kalau kita mengasihi Rasulullah s.a.w, maka kita juga perlu meraikan orang2 yang diraikan oleh Baginda.

Hari Asyura juga disebut sebagai hari Nabi Musa manakala bagi Rasulullah s.a.w disebutkan Hari Arafah itu sebagai hari Nabi Muhammad. Apabila dikatakan sunnah Nabi itu, maka ia terbahagi kepada 3 bahagian: Sunnah perbuatan, ucapan dan takrir (penetapan satu perkara oleh Nabi Muhammad sekalipun tidak dilakukan oleh Baginda).

Disebut2 juga "sunnat muakkad" bermakna sunnat yang dilakukan oleh Nabi dan tidak pernah Baginda tinggalkan. Manakala istilah "sunnat ghair muakkad" bermakna sunnat yang sekali sekala Nabi tinggalkan. Maka, puasa Hari Asyura ini jatuh dalam sunnat muakkad kerana sepanjang hayat Baginda tidak pernah Baginda meninggalkan puasa Hari Asyura.

Maka, seandainya kita tidak memahami makna Hari Asyura, selama itulah kita merasakan tiada kaitan dengan Nabi Musa. Ditanya lagi, kenapa meraikan Hari Asyura padahal ia bukan hari Nabi Muhammad? Kerana pada Hari Asyura Nabi s.a.w. MEMERINTAHKAN para sahabat berpuasa & Nabi juga berpuasa. Maka sebelum difardhukan puasa bulan Ramadhan ke atas orang Islam, telah difardhukan terlebih dahulu puasa Hari Asyura dan puasa Hari Asyura kekal kefardhuannya sehingga hari akhirat.

Lain2 kisah yang disampaikan Tuan Guru Shekih, telah disebutkan dalam riwayat dan kitab2 ulama' terdahulu pada Hari Asyura Nabi Ibrahim terselamat dari api Namrud. Sebelum beliau dilontarkan ke dalam api yang besar itu, beliau telah berdoa "Hasbunallahu wa ni'mal wakil".
Nabi Ayub juga dikatakan sembuh dari penyakit kulitnya pada Hari Asyura dan Nabi Yunus juga dikatakan dikeluarkan dari perut ikan Nun pada Hari Asyura.

(Sungguh! Ia ialah hari kegembiran dan hari kesyukuran buat para kekasih ALLAH)


Sesiapa yang menghidupkan malam Asyura, Allah akan hidupkan hayatkan selama mana yang dia mahu. Dan sesiapa yang berpuasa pada keesokan harinya, maka matinya dalam tidak merasai kematian iaitu diringankan sakaratul maut. Mengenai bubur Asyura pula, tiadalah sejarah khusus mengenai itu. Cuma, Nabi dan sahabat2nya tidak berpisah dari suatu majlis melainkan dengan merasai sedikit makanan.

Inilah sedikit titipan nota saya dari Kuliah Sheikh Fuad sempena Hari Asyura 10 Muharram 1432H. Tetapi sesungguhnya mendengar itu lebih nikmat dari menulis begini. Maka, maaf kerana ada yang tertinggal agaknya akibat terpana pada satu2 ketika sehingga hanya boleh diterima hati yang mendengar ini. Raikanlah hari ini dengan apa2 agenda pun dan banyakkanlah berdoa dan beribadat!

Jangan bersedih2 di hari ini ^_________^ Hari ini hari kegembiraan hari kesyukuran!

Coretan HIKAYAT BUNGA di: www.raufasufrina87.blogspot.com

Tuesday, December 14, 2010

BERSABAR MENTAFSIR HIKMAH

-BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM-

"Ada hikmah di sebalik kejadian"


Rangkai kata yang mudah sekali terlontar untuk memujuk hati. Hari ini saya berfikir tentang perkataan "hikmah". Mengapa "hikmah" menjadi senjata merawat hati yang luka setelah diuji pelbagai ujian, dihenyak2 badai mendatang?

Pada pandangan awam, "hikmah" itu kebaikan2 yang bakal datang yang tiada kita ketahui bila saat2nya Allah turunkan pada kita. Mungkin kerap kita dengar bait2 ini:

"Kita berasa sedih dan tercari ke manakah hilangnya sang mentari tatkala hujan membasahi bumi, rupa-rupanya ALLAH ingin memberi kita pelangi".

Sesuatu yang kita ingin2kan dalam hidup tidak semestinya itulah yang bakal kita kecapi. Taqdir hidup ini Allah yang punya. Bakal dimudahkan atau bakal disusahkan satu2 usaha kita itu yang Allah yang tahu. Ya, usaha. Tidak harus disedih2kan usaha yang sungguh2 pabila hasilnya tidak seperti yang disangka2. Mulalah berbisik2, "di mana silapnya?". Tampak seperti tiada silap dalam mengorak langkah. Namun, tertahannya rezeki kita di dunia ini PASTI menyebabkan manusia menjadi semakin hamba pada Pencipta. Fikirkan, sekerap mana kita ingat padaNya tatkala diberi nikmat berbanding ketika kita dihurung duka?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al-Baqarah :216)

Memerhatikan gelagat saya sendiri sebagai pelajar, seperti pelajar lain. Mengejar "kepandaian dalam pelajaran" demi sehelai sijil keramat yang dikatakan boleh menjamin peluang pekerjaan kelak, saya akui ini bukan sesuatu yang idealistik. Dan, jika ayah dan ibu saya rasa bahagia melihat saya menggenggam ijazah itu, saya redha demi membahagiakan mereka. Dan, saya tahu, kebanyakkan ibubapa berfikiran begini.

Namun, saya tidak puas jika sekadar itu. Saya mahu memaknai pengajian saya kerana saya terpilih menerokai bidang ini. Susah???? Belajar mana yang senang?? Pesanan abang jadi semangat buat saya di semester ini.

"Ini yang sudah kamu mulakan. Maka, habiskan dengan baik. Bersungguh2 di tahun akhir ini".

Marilah, ayuh memaknai azam hijrah kita. Bersabarlah dalam mentafsir aturan2 Tuhan dalam kehidupan ini. Bermimpi tentang hikmah2 itu harus kita satukan dengan doa.

Saya tinggalkan pesan guru saya. Semoga azam hijrah kita "sik abu-abu jak". Berkata guruku Ustaz Muhadir Hj. Joll:

"Semoga entum istiqomah berada di jalan yang benar. Ingatlah, beristiqomah AMAT2 SUSAH. Tetapi sesiapa memilikinya, akan merasa KELAZATAN"

Coretan HIKAYAT BUNGA di: www.raufasufrina87.blogspot.com

Monday, December 13, 2010

SEMESTER BARU LAGI

-BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM-

Haha....mala jak tajuk yang lebih kurang mun stat semester baru.. ^___^
InsyaALLAH, short entry untuk menenangkan sedikit ombak jiwa ini.

Hari pertama menjejakkan kaki di bilik F1.2c Mahallah Asma ini, saya sangat2 merasakan kesunyian yang mendadak. Hiruk-pikuk adik2 di rumah hilang dalam beberapa jam. Anugerah terindah Yang Maha Esa ^______________^

Di sini, saya hilang dapur (xdapat masak2 dah), saya hilang Kancil (Pak Tam yang rosak depan rumah, xdapat drive dah), saya hilang bising (ya ya ya! makbpk ku ngrepak, adik2ku pakei ku "kelahi").....tapi, saya pasti saya tidak akan pernah hilang DIA selagi saya terus mengingatiNYA... ^______________^

Sebelum saya mengakhiri tulisan tanpa arah ini, saya telah mencuri tadi. Ya, saya mencuri perbualan beberapa orang staf di ofis Prof. Momoh (ofis budak2 PostGrad). Sangat menarik sehingga saya terfikir2.

*******************************************************

Bro A:
Takpelah, dengan die ok gak. Dah kenal lame. Die pun tahu cara kerja saya macam mane. Lagipun, die orang lame kat sini. Dan, paling possible die lah orang akan stay kat UIA ni paling lama.

Sis B:
Memang die ok. Tapi, dah lame ni pun kadang2 dah stat mengeluh jugak die.

Bro A:
Naper plak?

Sis B:
Yelah, orang asyik nak condemn die jer. Die pun down la jugak kadang2.

Bro A:
Hmm...biasalah Malaysian. Kalo dah takder depan mata baru nak bagi gelaran macam2. Datok la, Tan Sri la. Bile masih hidup ni, kene condemn plak.


************************************************************

Agak betul kesimpulan Bro A tu. Saya rasa orang yang dimaksudkan tu adalah Prof. Tp, tak kesahlah saper yang dimaksudkan kerana begitulah perangai segelintir orang2 kita. Lu pike la sendiri (opssssss!!!)

Coretan HIKAYAT BUNGA di: www.raufasufrina87.blogspot.com